• Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Selasa, 29 Maret 2016

Amankah Berhubungan Seks Saat Hamil


Dari pada COPAS mending download versi file.nya,di jamin rapi

Untuk Download Paper.nya KLIK DI SINI




Amankah Berhubungan Seks Ketika Hamil
Oleh: M. Khoiril Anam

Hubungan seks seorang pasangan suami istri sangatlah penting untuk di atur dan di jaga, pasalnya dengan tercaganya rutinitas bercinta pasangan suami istri pasti akan menambah keharmonisan dalam rumah tangganya. Namun dalam proses menjaga keteraturan hubungan seks tersebut sering muncul pertanyaan oleh sang suami ketika sang istri telah mengandung bolehkah melakukan bercinta?
Pertanyaan ini sering menjadi pertimbangan sendiri bagi para suami dalam melakukan hubungan seksnya. Pasalnya apakah mungkin seorang suami bisa “menahan gairah” seks hingga sembilan bulan lamanya. Maka dari itu, saya bermaksud ingin menjelaskan sebenarnya boleh atau tidak bila melakukan hubungan saat istri hamil. Tentu ulasan saya di sini bukan tanpa landasan alias “ngawur”, tetapi juga memerhatikan dan menukil beberapa pendapat para dokter kesehatan dan mengutip dari beberapa situs kesehatan terpercaya.
Menurut Monica Foreman, MD, dokter kebidanam dan kandungan Montefiore Medical Center in the Bronx, N.Y, sebenarnya berhubungan seks pada saat hamil, aman-aman saja selama Anda dan kehamilan Anda sehat dan dilakukan dengan nyaman.[1]
Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Dr Andri Wanananda, MS, seksolog dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara kepada detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (3/4/2013). “Wanita bisa terus melakukan hubungan seks sepanjang mereka menghendakinya tanpa harus takut membahayakan janin. Asalkan, posisi dan teknik sanggama diatur sedemikian rupa, sekreatif mungkin, agar aktivitas itu tetap berlangsung dengan nyaman, tidak membebani rahim,”[2]
Dokter lain yang mengungkapkan pendapat yang sama yaitu dr M Nurhadi Rahman, SpOG, dokter kandungan yang berpraktik di RS Sardjito, Yogyakarta. Menurutnya, hubungan seks perlu dan boleh saja dilakukan saat hamil.[3]
Dengan melihat tiga pendapat ketiga dokter di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwasannya berhubungan ketika istri telah mengandung itu boleh di lakukan, akan tetapi harus memerhatikan beberapa hal dan aspek saat melakukannya. Lantas aspek apa sajakah yang harus diperhatikan saat ingin berhubungan saat hamil.
Salah satu aspek utama yang harus diperhatikan adalah usia kandungan sang istri. Mengapa demikan? Karena bukan hal yang tidak mungkin bila saat berhubungan seks justru memicu beberapa hal yang tidak di inginkan terjadi seperti keguguran. Sebenarnya usia kandungan tidak begitu bermasalah ketika ingin berhubungan seks, Akan tetapi, bila wanita tersebut pernah mengalami keguguran sebaiknya hubungan intim ditunda sampai usia kehamilan telah masuk 16 minggu (4 bulan).[4]
Hal -hal lain yang menyebabkan seks berisiko tidak aman dilakukan adalah jika Anda memiliki kondisi[5]:
1.      Plasenta previa, kondisi di mana plasenta menutupi seluruh atau sebagian serviks. Ketika penis menyentuh serviks atau Anda mendapat orgasme, ini dapat membuat trauma plasenta dan pendarahan.
2.      Pendarahan vagina
3.      Ketuban pecah. Jika ini terjadi, bayi Anda tidak lagi terlindung dari infeksi.
4.      Pernah keguguran
Lantas bagaimana posisi seks yang di anjurkan dokter saat bercinta dengan ibu hamil, pasalnya tidak semua posisi seks aman untuk Ibu hamil. Berikut beberapa posisi bercinta yang sesuai untuk ibu hamil yang saya kutip dari health.detik.com[6]

1. Posisi spooning (menyendok)
Spooning adalah posisi seks yang aman selama kehamilan. Anda tetap dapat menikmati hubungan intim tanpa ada kekhawatiran. Dalam posisi bercinta ini, Anda dan pasangan harus berbaring menyamping seperti dua sendok yang digabungkan bersama-sama. Pasangan laki-laki harus berada di belakang pasangan wanita dan memilih sudut penetrasi yang nyaman baginya.
2. Posisi woman on top (wanita di atas tubuh pria)
Woman on top adalah posisi lain yang dapat dinikmati wanita hamil. Dalam posisi ini, pasangan laki-laki harus berbaring di tempat tidur dengan pasangan wanita duduk di atas tubuhnya sehingga tidak menempatkan berat badan pada perut yang sudah membesar. Pasangan wanita memiliki kontrol penuh gerakan dan dia bisa mengatur kecepatan yang membuatnya merasa nyaman.
3. Posisi reverse cowgirl
Hubungan seksual dengan posisi reverse cowgirl hampir mirip dengan woman on top, hanya saja si wanita yang memegang kendali menghadap ke belakang, ke arah kaki bukan wajah pria. Posisi ini bisa dipilih bila pasangan pria terlalu cemas melihat perut pasangan wanita yang sudah membesar.
4. Posisi lap top
Posisi ini sangat mirip dengan posisi reverse cowgirl. Satu-satunya perbedaan adalah pria harus duduk di kursi bukannya berbaring di tempat tidur. Pasangan laki-laki harus menghadap ke punggung pasangan wanita dan pasangan wanita bisa mengatur kecepatan gerakan yang membuatnya nyaman.
5. Posisi tepi ranjang (edge of the bed)
Dalam posisi ini, pasangan laki-laki berlutut di luar tempat tidur sementara wanita berbaring di tepi tempat tidur dengan posisi kaki ke bawah. Pasangan laki-laki harus melakukan penetrasi dalam posisi berlutut sehingga tidak ada tekanan yang diletakkan pada perut.
Namun menurut dr. Deffy Leksani Anggar Sari  (meetdoctor.com) ada beberapa hal lain yang sangat penting dan di larang ketika melakukan hubungan seks dengan Ibu hamil. Hal tersebut antara lain:
1.      Wanita hamil tua tidak dianjurkan berhubungan seks dengan posisi berbaring karena uterus bisa menekan pembuluh darah besar dan menyebabkan tekanan pada pelvik dan rasa sakit.
2.      Sebaiknya hindari oral seks, kata Foreman. Karena berisiko mengakibatkan emboli udara atau gelembung udara masuk ke paru-paru, dan bisa berakibat fatal. 
Lantas sebenarnya adakah keuntungan jika melakukan hubungan seks saat istri hamil? Tentunya pasti ada keuntungan yang ditimbulkan dari hubungan seks ketika hamil, keuntungan tersebut antara lain:
1.      Menghilangkan stres.
2.      Meningkatkan Imun
3.      Membakar kalori.
4.      Mempererat hubungan.
5.      Mengurangi risiko kanker prostat.
Dengan melihat beberpa uraian di atas dapat kita simpulkan bahwasannya berhubungan saat hamil itu di perbolehkan asalkan tetap memerhatikan aspek-aspek kenyamanan dan kesehatan bagi kedua pasangan dan janin.


Dari pada COPAS mending download aja dengan KLIK DI SINI


0 komentar:

Poskan Komentar

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Gluntung,Patuk,Patuk,Gunungkidul, Yogyakarta.

Phone number

+(62) 87 738 003 167

Blog

sugengmirsani.blogspot.com